Sentimen Minat Risiko Berhenti Sejenak, Dolar AS Naik

Agen Sbobet Pasti Bayar — Dolar AS mengakhiri pekan ini, Sabtu (23/Januari) dengan penguatan, pasca penurunan selama tiga hari sebelumnya.

Hal itu karena saham-saham mulai melandai dari level-level tingginya akibat data-data ekonomi negara selain Amerika Serikat yang mengecewakan.

Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS diperdagangkan di 90.238, menghentikan bearish yang terbetuk sejak tanggal 19 Januari.

dxy

Sebagai safe haven, mata uang AS cenderung naik ketika terjadi tekanan pada ekonomi dan finansial karena minat risiko memudar. S&P, Dow, serta yield obligasi pemerintah AS turut tergelincir dan menunjukkan mood pasar finansial yang muram.

Kelanjutan reli minat risiko memerlukan kabar positif mengenai keberhasilan paket stimulus agresif dan keberhasilan implementasi vaksin virus Corona.

Keraguan Stimulus Biden Dan Kendala Rollout Vaksin Di AS

Pemerintahan Biden baru dimulai tiga hari. Namun, muncul kekhawatiran jika presiden baru Amerika Serikat tersebut tidak mampu meloloskan paket stimulus $1.9 triliun.

Pasalnya, para pimpinan Republik menunjukkan isyarat penolakan. Mitt Romney, salah seorang senator mengatakan bahwa Biden tampak tidak mencari program baru dalam waktu dekat.

Sedangkan Senator Partai Republik lainnya, Roy Blunt, menyebutkan bahwa rencana tambahan paket stimulus itu bukanlah sebuah permulaan. Mereka menunjukkan kesan bahwa stimulus agresif bukanlah suatu urgensi untuk disepakati.

Di samping itu, pasar juga khawatir akan keberhasilan program penyaluran 100 juta vaksin dalam 100 hari pemerintahan Biden. Masalahnya, saat ini implementasi vaksin masih lambat karena sejumlah wilayah di AS terkendala masalah suplai.

“Ada suatu keragu-raguan di pasar dan sentimen risiko sedikit menyulitkan,” kata Amo Sahota, analis dari Klarity FX.

“Pasar kemungkinan sudah memandang sebelah mata pada Rapat The Fed pekan depan, karena bank sentral AS tersebut kemungkinan hanya akan memberikan peringatan mengenai potensi perlambatan vaksin dan lonjakan kasus virus Corona secara global.”

Minggu depan, rapat FOMC akan digelar pertama kalinya tahun ini. Menurut Kathy Lien dari BK Asset Management, The Fed akan mempertahankan kebijakan dovish mereka. Pasalnya, data ekonomi AS sendiri tidak menunjukkan masalah berarti walaupun kasus infeksi virus melonjak.