Sejarah Singkat Luis Suarez

Nama Luis Suarez atau Luis Alberto Suarez Daaz, adalah pemain sepak bola profesional asal Uruguay yang telah menjalani karirnya sejak tahun 2005. Karir sepak bolanya dibuka ketika dia bermain bersama Nacional. Bersama Tricolores, julukan dari Nacional, Suarez sudah menyarangkan 12 gol di 29 pertandingan yang dimainkannya. Kehadirannya di klub pun mengantarkan Nacional ke DIvisi Primera pada tahun 2006 silam.

Dengan terciptanya gol-gol tersebut, tidak sedikit dari pencari bakat asal Eropa yang tertarik untuk mengontrak Suarez. Dan pilihan hati Suarez tertuju pada suatu klub asal Belanda, Groningen. Di sana, dia mendapat lokasi yang sangat sesuai dengan spesialisasinya sebagai striker. Namun, sebab pertama kalinya bermain di Eropa, Suarez harus bekerja lebih untuk menyesuaikan dengan keadaan.

Awal Karir Luis Suarez

Dengan menyumbangkan kontribusi yang baik, paling jelas bahwa Suarez dapat untuk bermain di level yang lebih tinggi. Tidak heran andai Suarez pindah dan bergabung bareng Ajax pada Agustus 2007 yang memberinya tawaran gaji yang lumayan besar.

Bersama Ajax di musim pertamanya, Luis Suarez sudah mengumpulkan 20 gol di 40 pertandingan dan kian menambah gol di musim-musim berikutnya, dimana dia mendapat penghargaan sebagai Player of the Year di Ajax. Di musim keduanya, Suarez mendapat penghargaan sebagai Dutch Player of the Year, sekaligus menjadi pemain penting di Ajax. Karirnya pernah sedang di ujung tanduk saat Suarez tercebur dalam insiden dengan pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal, dan telah mendapat larangan bermain selama 7 pertandingan.

Pada Januari 2011, Suarez sah bergabung dengan Liverpool. Di musim pertamanya, Suarez sudah mencetak 17 gol di 39 pertandingan. Debut Suarez bersama Liverpool saat berhadapan dengan Stoke, diturunkan dari bangku cadangan pada 2 Februari 2011. Di pertandingan tersebut, dia hanya perlu waktu 16 menit saat dimainkan untuk menembus gol pertamanya untuk klub.

Prestasi yang diraih Luis Suarez di musim pertamanya ialah hat-trick gol yang ditendang melewati 45 yard dari luar gawang. Di musim keduanya bersama Liverpool, Suarez kembali terjerat dalam insiden dengan seorang pemain Manchester United, Patrice Evra, karena melakukan diskriminasi ras. Suarez menemukan larangan bermain selama 8 pertandingan dan denda uang sejumlah £ 40,000. Di laga selanjutnya saat melawan United, Suarez menampik untuk bersalaman sebelum permain di mulai. Suarez mendapat larangan bermain lagi di 1 pertandingan sebab melakukan gesture atau gerakan yang dinilai tidak pantas kepada fans Fulham.

Kontribusi Luis Suarez untuk Uruguay

Tim nasional Uruguay mempunyai reputasi dan menjadi di antara tim yang memiliki sejumlah pemain kuat yang telah memiliki banyak pengalaman di sepak bola Eropa. Penampilan Suarez dipasangkan dengan Diego Forlan ialah kombinasi pemain yang bagus yang bisa mengantar kesebelasan mendapat posisi ke-4 di Piala Dunia 2010. Di turnamen tersebut, Suarez mengumpulkan 3 gol di 6 pertandingan.

Sangat disayangkan, permainannya yang paling baik tersebut dibayangi oleh kontroversi handballnya di kotak penalti yang membuatnya dikeluarkan dari lapangan di detik-detik krusial di perepmpat final ketika melawan Ghana.

Di Copa Amerika 2011, Luis Suarez berperan penting dalam membawa Uruguay di kemenangan ke-15. Dia juga mendapat penghargaan sebagai Man of the Match di semifinal saat melawan Peru, serta sebagai the Man of the Tournament.

Di Olimpiade London yang diadakan pada tahun 2012, Luis Suarez diberi mandat untuk menjadi kapten. Namuun, Suarez masih belum dapat mencetak gol dan harus kalah di babak eleminasi grup. Walau dilanda banyak kasus, sampai saat ini ia dianggap sebagai pemain yang berbahaya bila mendapat bola di garis depan.

Baca Juga : Sejarah Singkat Cristiano Ronaldo