Keuntungan Investasi Saham

Hasil Keuntungan Investasi Saham sudah menjadi incaran semua orang, namun sebelum mendapatkan keuntungan anda harus paham terlebih dahulu poin pentingnya. Dari pengertian Investasi saham, dan tentu risikonya juga perlu anda ketahui. Investasi saham sendiri adalah kegiatan penanaman modal berupa pembelian surat berharga (saham) perusahaan. Jadi dengan membeli saham perusahaan, anda akan menjadi sebagian dari pemilik perusahaan itu. Saham tersebut dibeli melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat dibeli sahamnya merupakan perusahaan tercatat atau emiten (perusahaan yang menjual sahamnya ke publik).

Setiap emiten mempunya kode saham  yang berbeda-beda. Selalu terdiri dari empat huruf. Peran BEI disini bisa diumpamakan sebagai mall yang menyediakan tempat bagi para pelaku saham untuk melakukan transaksi. Jual beli setiap saham yang mereka miliki. Saham termasuk produk dari pasar modal dan instrumen investasi jangka panjang. Jumlah minimal pembelian saham adalah sebanyak 1 lot atau 100 lembar.

Resiko dan Keuntungan Investasi Saham

Keuntungan dari Investasi Saham

  1. Mendapatkan Capital Gain, keuntungan dari kenaikan harga saham yang sudah kita beli
  2. Mendapatkan Deviden, atau pembagian keuntungan perusahaan
  3. Bisa dan berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar secara berkala.

Resiko Investasi Saham

  1. Ada Capital Loss, kerugian atas penurunan harga saham yang sudah kita beli
  2. Bisa tidak mendapatkan Deviden
  3. Risikko likuidasi apabila perusahaan tersebut mengalami bangkrut

Mengenal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Masyarakat umum mungkin belum sering mendengar istilah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Namun bila anda mengetahuinya, anda perlu tahu juga apa fungsinya. Bagaimana menghitung nilai IHSG dan apa saja faktor yang menyebabkan perubahan nilai IHSG.

Pada umumnya di bursa saham dunia lebih mengenal dari satu Indeks. Contoh di AS ada S&P500, Dow Jones, Nasdaq. Sedangkan di Indonesia (BEI) ada Indeks Harga Saham Gabungan atau Jakarta Composite Index (JCI), Jakarta Islamic Index (JII), Indeks Sektoral, serta ada juga Indeks Individual. Selain indeks utama tersebut, indeks lainnya seperti Kompas-100 dan Bisnis-27. IHSG pertama kali diperkenalkan pada masyarakat umum tanggal 1 April 1983. Namun hari dasar perhitungan IHSG tangal 10 Agustus 1982 sebagai permulaan keuntungan investasi saham di Indoensia.

Fungsi IHSG

Indeks harga saham mepunyai tiga manfaat utama, yaitu sebagai penanda arah pasar, pengukur tingkat keuntungan, dan acuan kinerja portofilio.

1. Penanda Arah Pasar

Dapat dikatakan, Indeks keuntungan investasi saham merupakan nilai represntatif dari rata-rata dari sekelompok saham. IHSG menjadi  indikator dari kinerja bursa saham paling utama. Mudahnya jika ingin melihat kondisi bursa saham saat ini, kita hanya perlu melihat pergerakan angka IHSG. Boleh dibilang, Indeks adalah nilai representatif rata-rata dari banyak saham. IHSG saat ini menjadi indikator kinerja bursa saham paling penting dan utama. Gampangnya, jika anda ingin melihat kondisi bursa saham saat ini, anda bisa langsung melihat pergerakan angka IHSG.

Jika IHSG ada peningkatan, artinya rata-rata harga saham di BEI sedang meningkat. Sebaliknya juga, bila cenderung turun artinya harga-harga saham di BEI sedang menurun. Untuk informasi, persentase kenaikan dan penurunan IHSG akan berbeda dengan kenainkan atau penurunan harga masing-masing saham. Bisa jadi peningkatan atau penurunan harga saham itu melebihi atau berlawanan dengan pergerakan angka IHSG.

2. Pengukur Tingkat Keuntungan

Kita menghitung rata-rata berapa keuntungan investasi saham di pasar saham. Sekarang di tahun 2013, IHSG memiliki nilai 4400.  Lima tahun lalu IHSG memiliki nilai 1400. Dapat kita hitung secara sederhana selama berinvestasi dalam waktu 5 tahun dari tahun 2008-2013 telah menghasilkan keuntungan (4400-1400)/1400*100%=214%. Rata-rata keuntungan berinvestasi di pasar saham per tahun adalah 214%. Bila dibagi per tahun, maka per per tahun mendapatkan 42,8% dan belum termasuk keuntungan dari deviden.

3. Tolok Ukur Kinerja Portofolio

Bila anda memilkiki portofolio saham, anda bisa membandingkan kinerjanya dengna IHSG. Contoh dalam kurun waktu 5 tahun keuntungan investasi saham IHSG naik sebanyak 214%. Kalau portofolio anda kinerjanya dibawah dari angka tersebut, sebaiknya anda perlu melakukan pergantian atau pengecekkan dalam strategi anda.

Bila anda ingin mengetahui trik-trik yang bisa digunakan dalam investasi saham, anda juga perlu membaca : 5 Trik Investasi Saham